Erhhhh saya harus semakin rajin menulis nih. Harus
haruss haruuuss *komatkamit*
Ini beberapa waktu belakangan ini dunia lagi
dihebohkan dengan fenomena akhir zaman, orang-orang lagi pada heboh ngebahas
tentang gimana kesudahan bumi ini.
I'm getting better.. Thankyou for the pray and encourage.. =) Ini mo ketikin renungan harian dari ODB kemarin punya, it blessed me a lot and i hope it will bless you too..
Heloooooowww temaaaannn... udahh lama bangeed nggak nyentuh nihh blog, udehh berdebu kayanya.hehehe. Akhir-akhir ini bener-bener sibuk abis ngerjain tugas-tugas kuliah, ini juga udehh mo UAS boww enn masuk term 3 *cepet bangeed*.. Short posting ajaa about FAITH..
Aku jadi ingat kisah Kartini yang memperjuangkan persamaan derajat antara wanita dan pria sehingga hari ini wanita bisa se-produktif pria. Yeaaay! Terima kasih Ibu Kartini =)
Sesuai janji saya dalam postingan Empower 21 , saya akan menulis beberapa materi yang saya dapat dari Empower 21. Saya berdoa supaya tulisan saya ini boleh menjadi inspirasi dan memberi spirit baru buat setiap yang membacanya. Daaan saya juga berdoa, biar kita semua tidak hanya menjadi pendengar tapi juga pelaku Firman =) Materi ini saya dapatkan di Track 6 (Empower. Biblical View of Holy Spirit) by : Ps. Rubin Adi
Hidup kita tidak terlepas dari tekanan dan proses kehidupan. Mungkin saja kita akan mengalami banyak ketidakwajaran dalam hidup kita, masalah, dan tantangan. Yang seharusnya menjadi fokus kita bukanlah tekanan hidup kita, tapi bagaimana kita bisa bereaksi dengan benar dalam menghadapi tekanan dan proses..
Haloo teman, udahh lama nehh nggak nge-blog.. Karena sedang dalam masa ujian.hohoo.. Hari ini gue mo bagiin Firman Tuhan yang dibawakan oleh Ev.Harun Yusuf.. Tentang Rahasia Ekonomi Tuhan. Gue rindu bangeed setiap kita bisa menang dalam hal keuangan, supaya kita nggak jatuh dalam dosa cinta uang yang merupakan akar dari segala kejahatan. Gue rindu bangeed kita mengetahui kebenaran tentang Hukum Memberi.. Karena Firman ini memberkati gue, gue juga ingin membagi berkat inii ke kalian semuaa.. Check it out :]
Ingeet nggak ceritaa bangsa Israel yang ditawan di Mesir dan Musa datang untuk mengeluarkan Bangsa Israel dari Mesir?? Ingeed waktu Musa menghadap Firaun tapii Firaun mengeraskan hatinya dan tidak mengizinkan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir?? kaloo lupaa ayoo bukaa Keluaran 7 dehh :)
Pesan Gembala Pembina di tempat gue melayani adalaah Tahun 2011, Tahun Multiplikasi dan Tahun Promosi..
Wowww waktuu kitaa denger pesan itu, kita pasti akan segera meng-AMIN-kannya.. Betuul betuul betuul?? :p
Ketika kita denger kata 'multiplikasi' dan 'promosi' yang ada di kepala kita pasti "wahh tahun inii duit gue bermultiplikasi nehh", "makin diberkati Tuhan nehh", "wahh jabatan gue bakal naek nehh", "gue bakal dipromosiin nehh di pelayanan".. Iyaa to iyaa??hohoo.. Yaa ituu semuaa akan terjadi di tahun 2011 inii taaaapppiiiiiii 'Multiplikasi' dan 'Promosi' ituu nggak akan terjadi gituu ajaa di hidup kita tanpa kita melakukan apa-apa..
Daud adalah tokoh Alkitab yang digemari banyak orang.. Ia telah mengumpulkan pengalamannya dari waktu ke waktu, sehingga ia mengenal siapa Allahnya tanpa keraguan sedikit pun.. Kualitas pengalamannya dengan Tuhan tampak dalam sikapnya, saat ia dengan berani menawarkan dirinya kepada Raja Saul untuk menghadapi Goliat, si raksasa dari Filistin..
Pengelaman Daud tidak terlalu spektakuler atau adikodrati.. Di masa mudanya, ia mengalami Tuhan melalui pengelamannya sebagai gembala.. Ia memang seorang pemuda yang tangguh, yang berani mengejar dan menghajar singa dan beruang yang menerkam domba ayahnya.. Tetapi dari pengalamannya itu ia mengakui penyertaan Tuhan.Ia mengalami Tuhan, dan mengakui bahwa Tuhanlah yang melepaskannya dari cakar singa dan beruang (ay.37) sehingga yakin bahwa Tuhan akan melepaskannya pula dari Goliat.. Ia sama sekali tidak mendengar suara Tuhan secara audibel atau mendapat visi yang memerintahkannya melawan Goliat, tetapi ia percaya..
Di sinilah kita mengerti mengapa Alkitab berkata bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, sama seperti tubuh tanpa roh (Yak.2:26).. Kalau seseorang memiliki iman yang benar, niscaya tindakannya akan menunjukkan imannya, seperti Daud yang tanpa ragu percaya kepada Tuhan..
Perasaan kita tidak boleh menjadi berhala jiwa, sehingga kita tidak mampu mengalami Tuhan secara nyata apabila tidak memperoleh pengalaman emosional.. Seperti Daud yang mengalami Tuhan saat menggembalakan domba, pengalaman dengan Tuhan bukan hal emosional semata.. Kita harus belajar meletakkan emosi kita pada proporsinya yang benar.. Sebagaimana Tuhan Yesus berkata, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu," (Mat.22:37). Emosi dan pikiran kita harus kita manfaatkan sepenuhnya untuk mengasihi Tuhan; keduanya tidak boleh kita bunuh..
Maka kita harus belajar membedakan, apakah kita sedang menikmati Tuhan, atau hanya menikmati Tuhan, atau hanya menikmati gelora emosional dari diri kita sendiri.. Memang tidak mudah, tetapi kita akan mampu melakukannya dengan latihan terus menerus. Belajarlah mengalami Tuhan secara nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, sehinggaiman kita kepada Tuhan Yesus bukan iman yang kosong, melainkan iman yang berkualitas.. Dengan memperhatikan dan merenungkan hal-hal yang kita alami dalam hidup kita setiap hari, seperti Daud kita akan melihat bahwa Tuhan itu memang nyata, dan dapat dinikmati oleh kita..
Pengalaman dengan Tuhan secara nyata akan menumbuhkan iman yang berkualitas..
"Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!" (Mazmur 34 : 9)
Banyak orang berpikir bahwa setelah menjadi orang Kristen, berarti masalah-masalah hidupnya akan diangkat oleh Tuhan, sehingga ia bisa hidup tanpa masalah, sebab Tuhan berjanji memberi kelegaan kepadanya.. Ini pikiran yang salah..
Hidup di dunia ini tidak boleh tidak ada masalah.. Tuhan Yesus sendiri menyatakan bahwa kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (Mat 6:34), berarti setiap hari ada masalahnya sendiri.. Hidup tanpa masalah dalam dunia ini pasti membuat seseorang tidak merindukan Kerajaan-Nya..
Tuhan menjadikan dunia ini tempat pelatihan atau sekolah kehidupan bagi kita dan sarana pengujian apakah kita sungguh-sungguh mau berbakti kepada Tuhan.. Kalau seseorang tidak memiliki masalah pribadi, berarti ia harus memikul masalah Tuhan.. Masalah Tuhan adalah rencana-Nya menyelamatkan umat manusia, sebab Ia tidak menginginkan roh manusia yang diberikan-Nya terseret ke neraka (Yakobus 4 :5).. Jadi kalau seseorang tidak memiliki masalah pribadi, itu berarti kepercayaan untuk memikul salib.. Tuhan Yesus sendiri tidak memiliki masalah.. Tuhan datang ke dunia untuk memikul salib kita.. Tuhan Yesus datang mencari masalah.. Bukan masalah dirinya sendiri, melainkan masalah kita..
Manakala kita bergumul dengan masalah hidup kita, Tuhan mengajar kita untuk bertanggung jawab dalam hidup ini dan mengembangkan diri kita sebagai anak-anak Allah melalui berbagai masalah kehidupan yang dialaminya.. Masalah-masalah dalam kehidupan ini merupakan sarana Tuhan membentuk kita.. (Roma 8:28)..
Sebagai anak-anak Allah, Ia akan menghajar dan mencambuk kita melalui masalah-masalah kehidupan (Ibrani 12:6).. Tanpa itu, Ia tidak bisa mendidik dan membentuk kita. Dengan demikian, masalah-masalah dalam kehidupan ini merupakan berkat Tuhan yang "terselubung"..
Tuhan bukan pribadi yang memanjakan anak-anakNya dengan kemudahan-kemudahan hidup yang membuat anak-anak-Nya terlena dalam kehidupan ini sehingga menjadi mangsa empuk kuasa kegelapan.. Pengajaran yang mengajarkan bahwa Tuhan akan sangat mudah mengangkat masalah kita bukanlah pengajaran dari Tuhan.. Jadi, kalau hari ini kita memiliki masalah, kita harus belajar bertanggung jawab menanggulanginya dengan segenap kemampuan yang Tuhan berikan.. Bila ada hal-hal yang terjadi diluar kesanggupan kita, Tuhan pasti menopang dan menolong.. Ia tidak akan pernah meninggalkan kita, sebab sesuai janji-Nya Ia akan menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman..
Tuhan tidak memanjakan kita dengan kemudahan hidup sebab itu menjadikan kita mangsa empuk kuasa kegelapan..
Setibanya di tanah Kanaan, Yosua sebagai pengganti Musa harus memimpin bangsa Israel memerangi suku-suku bangsa yang tinggal di Kanaan. Mereka harus mengirim mata-mata, dan turun berperang dengan kekuatan senjata. Ini berbeda sekali dengan campur tangan Tuhan atas kehidupan umat-Nya ketika mereka akan dilepaskan-Nya dari Mesir, dan ketika mereka berkelana di padang gurun.
Tuhan memelihara umat-Nya dengan cara-cara yang spektakuler—bahkan menurunkan manna untuk makanan mereka-sebab bangsa Israel yang dahulunya budak, saat itu belum sanggup hidup mandiri. Demikian pula kita, saat kita baru percaya kepada Tuhan Yesus, mungkin kita bisa melihat dan mengalami banyak hal spektakuler, tetapi seiring bertambah dewasanya kehidupan rohani kita, Tuhan ingin kita mampu memikul sendiri kuk yang dipasang-Nya.
Tuhan tidak memikulkan beban kita, tetapi Ia mengajar kita agar menjadi kuat untuk dapat memikul beban kita sendiri. Ini berarti panggilan kelegaan dari-Nya (Mat.11:28) tidak bermaksud menghilangkan masalah kita secara instan, tetapi mengajar dan melatih kita agar menjadi kuat menghadapi segala keadaan. Proses ini merupakan pelatihan dan pendewasaan calon pejabat dalam kerajaan-Nya.
Maka kita perlu mewaspadai ajaran-ajaran yang menganjurkan doa minta tolong agar Tuhan mengangkat beban kehidupan kita. Pola kerja Tuhan tidak demikian. Apabila Ia memandang suatu masalah tidak dapat kita pikul dan harus diangkat-Nya, maka Ia pasti mengangkatnya tanpa perlu kita minta tolong. Namun kalau Ia masih menghendaki kita memikulnya karena Ia mempunyai rencana bagi kita, maka beban tersebut akan masih tetap ada dalam kehidupan kita.
Misalnya seorang anak Tuhan yang mengalami masalah ekonomi harus bekerja keras, mengembangkan diri, produktif, rajin, hemat, dan menjaga integritas. Pergumulan untuk menanggulangi masalah ekonomi ini merupakan kesempatan Tuhan mendewasakannya; bukan lantas ia merengek-rengek minta Tuhan menyelesaikan masalah ekonominya.
Contoh lain, bagi seseorang yang mengidap penyakit, misalnya diabetes, tentu ia tidak boleh sembarangan makan, tetapi harus menghindari makanan-makanan yang akan meningkatkan kadar gula darahnya. Ia harus mengubah pola makan dan pola hidupnya, bertanggung jawab atas pola makan dan pola hidupnya yang keliru pada masa lalu. Jadi kita harus menjaga tubuh kita yang adalah bait Roh Kudus dengan penuh tanggung jawab.
Seiring bertambah dewasanya kehidupan rohani kita, Tuhan ingin agar kita mampu memikul sendiri kuk yang dipasang-Nya..
"Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus" (Filipi 4 : 19)
Saat Tuhan Yesus berkata, "Aku datang untuk memberi hidup dalam segala kelimpahan" (Yoh 10:10), tentu konteksnya meliputi segala aspek hidup. Karena manusia adalah personalitas totalitas, kelimpahan yang dimaksud tidak hanya dalam berkat rohani, tetapi juga berkat jasmani..
Dalam Injil, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa harta dunia harus diturunkan takhta-Nya. Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus menujukan perhatian hanya kepada kerajaan Allah, dan mata kita harus senantiasa memandang hal-hal rohani. Tetapi semasa kita masih hidup di dunia, Allah tidak akan mengabaikan masalah jasmani kita. Bapa kita yang di Surga tahu dan setuu bahwa kita juga membutuhkan hal-hal jasmani seperti sandang, pangan, dan papan kita. Tetapi Ia ingin agar kita tidak khawatir mengenai masalah-masalah itu, sebab apabila kita mendahulukan kerajaan Allah, semuanya akan ditambahkan kepada kita (Mat6:32-33)
Kepada jemaat di Filipi, Rasul Paulus menulis, "Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus." Jemaat Filipi bukanlah jemaat yang berkecukupan secara ekonomi, tetapi mereka membantu mencukupi kebutuhan Paulus dan para rasul lain (2Kor.8:1-4). Pemberian itu merupakan pengorbanan bagi mereka. Tentu mereka tidak mengharapkan pengembalian dari Tuhan yang berlimpah-limpah, karena yang mereka inginkan hanyalah berpartisipasi mendukung pelayanan para rasul; dan mereka memandangnya sebagai anugerah, atau suatu kehormatan..
Tetapi Paulus berkata bahwa Tuhan tidak akan melupakan mereka. Ia akan memenuhi keperluan jemaat di Filipi. Perhatikan bahwa disini ditulis "segala keperluan", berarti mencakup kebutuhan jasmani pula. Tetapi ini juga berarti yang dipenuhi adalah yang diperlukan, bukan yang diinginkan..
Maka kita harus percaya bahwa sesungguhnya Tuhan tidak menginginkan kita hidup dalam kemiskinan dan kekurangan. Ia tidak pernah mengajarkan bahwa kita harus hidup dalam kemiskinan supaya kita lebih menyenangkan Tuhan, lebih suci, atau lebih rohani.. Kalau terjadi kemiskinan berkepanjangan dalam hidup kita, biasanya itu merupakan cara-Nya mendisiplin kita agar cacat karakter kita ditanggulangi. Tetapi setelah kita bertobat, Ia jugaa ingin kita menikmati berkat-berkatNya, sebab berkat jasmani-Nya akan mengefektifkan kita dalam melayani-Nya.. Kepercayaan ini akan mendatangkan damai sejahtera dan kemudian menjadi kesaksian bagi orang lain, bahwa Tuhan membela anak-anak-Nya dan Firman-Nya..
Tuhan ingin agar kita menikmati berkat rohani dan jasmani dari-Nya, agar kita efektif melayani-Nya..
"And my God shall supply all your need according to His riches in glory by Christ Jesus." (Philippians 4:19)