2021 Dalam Cerita

20.56


Yuhuuuuu…

Finally sampai di akhir tahun 2021..
Jujur tahun ini menurut aku bener-bener lari sih, like cepet banget, just one blink, ehh tau-tau udah akhir tahun ajaa. Buat aku pribadi, tahun ini bukanlah tahun yang menyenangkan, ini adalah tahun dimana aku stress bangeeettt ngeeett ngeeettt, tahun yang bikin aku jedotin kepala berkali-kali (literally jedotin pala, karena kalo mumet yaa enak banget ajaa gitu), tahun yang bikin aku nangis super banyak, tahun yang juga memadamkan semangat aku. But yet, GOD is good.

Despite all, I want to count and remember God’s blessing in 2021.
1. Kesehatan
Kalau diinget-inget, tahun ini aku gak sakit sama sekali! Flu atau batuk ringan ajaa kaga. Bahkan saat Papa dan Mama ku kena Covid, aku interaksi langsung dengan mereka tapi aku gak ketularan. Kalau diakumulasikan, tahun ini adalah tahun yang paling banyak begadang. Ada masa-masa dimana aku hanya bisa tidur 4-5 jam berminggu-minggu, dan gak sakit, paling yaa rewel-rewel sedikit (ini mah wajar yaa!haha). Sampai temenku ada yang bilang, “Edan sih lu cik stamina-nya, macam gak ada abisnya”. Thank you God 😇
 
2. Being Project Leader
Akhir tahun 2020, aku dikejutkan dengan sebuah kabar bahwa aku dipilih bos aku untuk menjadi Project Leader dari sebuah event besar pertama di Kantor, untuk Mahasiswa. Project yang timeline-nya suangaaat panjanggg dan sulit. Yang bikin tambah sulit itu karena ini event pertama, belum ada best practice, bener-bener mulai dari 0, dari ide dan bagaimana mewujudkan ide tersebut. Kalau bukan karena TUHAN, fix ambyar…. Aku dan project-nya hahaha..
 
3. Liburan ke Bali
Bener-bener unplanned holiday. Di tengah masa pandemi yang belum kelar ini, tentu saja aku tidak merencanakan liburan, daripada udah rencanain tapi gak jadi. Nah, di akhir Oktober, Mama tiba-tiba ngajak pergi ke Bali buat liburan. Yaaudah akhirnya berangkat deh! Aku pergi 4 hari setelah project di kantor selesai, such a gift after mengucurkan tenaga dan pemikiran.
 
4. Word of God
Jadi di tahun ini, aku udah berkali-kali mau give up dengan pelayanan di Youth. Udah ngomong berkali-kali juga ke pemimpin. Nah tapi ada 3 kali hari Minggu tuh Firman Tuhan yang disampaikan bener-bener seperti Tuhan yang bicara ke aku pribadi. Yang pertama, waktu aku ngomong ke Leader aku pertama kali, judul sermon-nya Finishing Well, Finishing Maximum. Trus aku jalanin, pengen nyerah lagi, khotbah minggu judulnya Tujuan Allah Dibalik Penderitaan. Oke jalan lagi, udah bener-bener mau gila, mau nyerah, Pastor aku khutbah judulnya Endurance. Waktu denger khotbah Pastor, aku udah nangis tersedu-sedu di bangku, bener-bener kaya Tuhan ngomong ke aku “Yukk bisa yukk nak, tahan dulu, Aku menyertaimu, Aku ada di dalammu.”
So, here I am =)
 
5. A Gift for My Job
Yang ini, a little bit secret, gak bisa terlalu dijelasin di blog gini. Yang jelas tahun ini tuh aku banyak mengalami kekecewaan dalam pekerjaan. Aku sampai ada di 1 titik pemikiran, ‘kayanya sia-sia yaa kerja bener dan sungguh-sungguh. Semacam gak ada bedanya’. Sampai beberapa hari lalu, Tuhan kasih aku 1 gift yang buat aku tercengang, seolah Tuhan mau bilang, “Aku melihat setiap jerih payah kamu, saat orang lain tidak melihat, Aku melihat.”

***
 
Di tahun 2021 ini, aku official menjadi Youth Coordinator melanjutkan kepemimpinan Ketua Youth yang sebelumnya. Setelah masuk lebih dalam lagi, baru ketauan ternyata tim yang selama ini ada, tidak kuat, hanya terlihat kompak di permukaan tapi sebenarnya dalamnya sangat rapuh. Tahun ini kehilangan banyak pengerja di tim pelayanan, melepas beberapa orang dari posisi di pelayanan dan yang terberat harus melepas 2 orang tim inti yang juga merupakan sahabat aku untuk melayani di Gereja lain. Jangan ditanya gimana rasanya, campur aduk banget!!
 
Di saat aku lagi struggling urusin project dan kerjaan yang super banyak di kantor, aku juga dihadapkan pada situasi sulit di Youth. Ini sebenarnya belum selesai, tahun depan kita harus membangun kembali tim yang ada. Aku sebenarnya sekarang masih clueless, gak tau mau ngapain aja, tapi aku mau tetap berjalan. Selama ada Tuhan, selalu ada jalan keluar.

***
Sejujurnya, tahun 2021 ini adalah tahun paling carut marut. Aku merasa hidup berantakan banget, tapi kalau direnungkan, salah satu buah Roh yang berkembang adalah Kasih.
Tahun ini aku kacau balau, tapi aku bersyukur punya Bapa Rohani yang benar-benar menunjukkan kasih dan penerimaan yang besar. Aku sampai kadang udah mikir bakal diomelin banget nih, ehh ternyata kaga! Mereka menghargai pemikiran aku, mereka membiarkan aku mengambil keputusan sendiri. Kalau salah, tidak ada penghakiman, hanya ada kasih dan penerimaan.
 
Hal ini sangat menggelitik aku, waktu aku liat ke diriku sendiri, ternyata aku lebih banyak menghakimi daripada mengasihi. Pantes saja tim aku, anak-anak rohani banyak yang takut buat terbuka, karena mereka tau bahwa mereka akan dihakimi. Padahal siapa aku ini? Tuhan aja tidak menghakimi.
 
Tobat dah! 😀

***
Tahun 2022 ini aku mau fokus berdoa untuk :
1. Kesatuan Tim di Youth
Since ada banyak orang yang keluar dan perombakan, lack of trust, jadi butuh banget untuk membangun kembali internal. Saat kuat di dalam, pasti akan lebih kuat menjangkau ke luar.
 
2. God’s will in my Life
Tahun 2021 ini aku hilang arah, passion dalam hidup aku. Aku bener-bener mau berdoa, supaya Tuhan bener-bener bawa aku berjalan untuk terus menggenapi panggilan Tuhan dalam hidup aku.
 
Ayat Alkitab untuk 2022
Efesus 3:20 NLT
Now all glory to God, who is able, through his mighty power at work within us, to accomplish infinitely more than we might ask or think.
 
1 Korintus 10:31 NLT
So whether you eat or drink, or whatever you do, do it all for the glory of God.
 
Tuhan, terima kasih buat tahun 2021.
Kalau bukan karena Tuhan, aku udah jadi remahan rengginang.
Thank you for not giving up on me, bahkan saat aku udah mau menyerah.

You Might Also Like

0 komentar

pliss give your comments to encourage me :)

Subscribe