Dia Nggak Romantis #InMyThought

15.50



Dulu, waktu sebelum pacaran aku berpikir bahwa yang namanya masa pacaran itu indaaaahhh sekali. Si cowo akan telpon 3x sehari (seperti minum obat), tanyain udah makan atau belum, lagi ngapain. Suka tiba-tiba datang mengejutkan dengan bawain bunga, trus kalau pagi buka pintu rumah tiba-tiba udah ada dia buat ngejemput, kalau hujan kita lagi berdiri di depan kantor tiba-tiba si doi dateng untuk jemput. 

Ok, aku terlalu banyak baca novel teenlit! =_=

Setelah memasuki masa pacaran, kalau diminta untuk mendeskripsikan pacaran, aku lebih setuju kalau 'masa pacaran = masa belajar'. Belajar saling berbagi, saling mengampuni, saling menerima, saling berubah, saling mengasihi dan saling lainnya. Bukan berarti masa pacaran nggak indah, tapi ternyata pacaran itu tidak hanya tentang makan bareng, dijemput, nonton bareng, tapi bagaimana kita mengenal lebih dalam pasangan kita. 

Dan aku terjebak dalam novel teenlit.

Beberapa kali aku fight dengan pikiran aku sendiri yang mengatakan, 'kalau dia sayang kenapa dia begitu? kenapa dia nggak kasih aku bunga?' sampai terkesan bahwa aku yang memberi lebih tapi dia nggak. 

Setelah mikir-mikir dengan akal sehat, akhirnya aku sampai pada kesimpulan bahwa meskipun dia nggak romantis (romantis versi novel) tapi dia punya cara sendiri untuk menunjukkan rasa sayangnya dia. Mungkin dia nggak buatin puisi romantis tapi dia mo ngalah untuk makan yang aku suka (yang mungkin sebenarnya dia nggak terlalu suka). He has his own way to show his love.

Trus rasanya konyol membandingkan keromantisan orang lain dengan dia. Mungkin dia nggak romantis (versi novel) tapi pengorbanan dia nggak bisa dibandingkan dengan itu semua. Bukan berarti yang kasih bunga setiap hari itu lebih sayang daripada yang nggak kasih bunga.

So girls (for me too) yang lagi masa pacaran,
bersyukurlah dengan pasanganmu yang menyayangimu dengan caranya dan jangan membandingkan dengan pasangan orang lain. 
dan pesan terakhir..

Jangan keseringan baca novel percintaan!! Novel percintaan cuma 200 halaman, tentunya cerita cinta kita lebih panjang dari itu bukan? =) 

sebab, apa yang menjadi perenunganmu akan menjadi tindakanmu.

You Might Also Like

0 komentar

pliss give your comments to encourage me :)

Subscribe